Perkembangan industri rancang bangun di Indonesia menuntut calon arsitek untuk tidak hanya menguasai teori desain, tetapi juga memahami dinamika praktik keprofesian secara menyeluruh. Pembinaan sejak dini di tingkat akademik menjadi langkah penting agar mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan standar kerja nasional maupun internasional. Melalui program mentoring intensif dan pelatihan regulasi bangunan, calon lulusan dibekali pemahaman mengenai efisiensi material serta etika perancangan. Dalam mendukung proses pendampingan calon arsitek muda di wilayah berkembang, perwakilan IAI Gunungkidul hadir memfasilitasi mahasiswa arsitektur untuk memahami tata ruang berbasis kearifan lokal. Kurikulum pembinaan difokuskan pada penguasaan teknologi pemodelan digital serta pemahaman mendalam tentang peraturan bangunan gedung yang berlaku. Mahasiswa diajak untuk menyelesaikan studi kasus nyata guna…